Archive for July, 2005

Terorist

Thursday, July 7th, 2005

Kemaren bom meledak di London, orang ramai ramai mengecam, mengutuk , menyesalkan peledakan ini, dan masih banyak reaksi lain yang kurang lebih "senada".

hanya sayangnya kita tidak pernah bertanya apa sebenarnya akar masalahnya?

benarkah dengan kita mengutuk, atau pembasmian teroris dengan perang besar ala amerika bisa menyelesaikan masalah?

Tanpa peduli apa akar masalahnya?

apakah dengan mengamuk dan membakar rumah waktu menemukan tikus di rumah akan menyebabkan masalah tikus selesai?

ada kecenderungan penyelesaian masalah terorisme ini seperti bersilat dalam gelap, tidak jelas sistematika nya dan tidak jelas progresnya.

Amerika dan sekutu nya sudah bertahun tahun manghabiskan dana milyaran dollar dalam usaha "memerangi teror" tapi apa hasilnya? apakah dunia sekarang (setidaknya buat amerika dan sekutunya) lebih aman? jawabannya tidak sama sekali. hasil jajak pendapat terakhir (oktober 2004 dan mei 2005) menunjukkan bahwa sekarang dunia lebih tidak aman. bahkan kondisi di irak dan afganistan lebih parah. dulu sebelum ada "perang melawan teror" irak dan afganistan baik baik saja. anda bisa pergi kemana saja di iraq dan anda bisa membeli bensin dengan harga lebih murah dari ongkos parkir di jakarta.

ada kekeliruan mendasar yang digunakan kebanyakan penguasa termasuk di indonesia. hobi menggunakan logika jangka pendek dan logika kekuasaan sering terlalau menyederhanakan masalah adalah hobi umum politikus dan pejabat, dimanapun. karena tahu sendiri lah modal penguasa biasanya cuman modal ndablek sama pd doang. isi di kepala nya tidak lebih dari kumpulan bahan cuap cuap aja.

Sebenarnya kalau mau dirunut teroris dapat kita bedakan menjadi teroris kelas teri dan kelas kakap. dan istilah teroris juga relatif, bisa dari satu sudut disebut teroris dan dari sudut lain Pahlawan, atau dari satu sisi bajingan tengik tapi dari sisi lain disebut presiden, suka suka kita lah mau pilih sebutan mana.

yang termasuk teroris kelas teri misalnya orang iseng, orang gila, maniac, kelompok kelompok "pejuang kemerdekaan" yang disebut teroris oleh penjajahnya (termasuk diponegoro, cut nyak dhien, Imam bonjol dll dulu juga disebut teroris oleh belanda-tapi disebut pahlawan oleh bangsa Indonesia)

Teroris kelas kakap misalnya presiden negara barbar dan kuat, negara penjajah, atau tentara "bengal" dan suka iseng yang bisa menimbulkan peperangan, huru hara, kudeta, dsb.

perang dan terorisme negara lebih berbahaya daripada terorisme kelas teri
seperti alqaeda.
sehebat hebatnya alqaeda paling bisa membunuh orang kafir sekali tepuk tidak
lebih dari sepuluh dua puluh, paling banter lima ribu orang.
tapi teroris sekelas jos bus, sekali tepuk 180 ribu rakyat irak modar, sepuluh ribu rakyat afghan mampus, jutaan rakyat korut menderita, dst.

Jangan lupakan juga penderitaan rakyat kuba dan iran yang diblokade bertahun tahun, juga Hiroshima dan Nagasaki, korban teroris terbesar di abad ini yang belum tertandingi hingga saat ini.

harusnya agama (baik mesjid atau gereja atau lainnya) juga melakukan pendekatan kepada politikus maniac seperti jos bus dan kawan kawan, karena terorisme kelas teri tidak akan hilang selagi terorisme kelas kakap tidak dihilangkan terlebih dahulu.

nguber nguber alkaeda dan membiarkan jos bus sama saja dengan menangkapi
bandar togel tingakt RT tapi bandar judi kelas Las vegas dibina dan
dilindungi.

Terorisme kelas teri biasanya muncul atas reaksi karena adanya teroris kelas kakap, yang tidak bisa dihentikan oleh siapapun, termasuk oleh badan badan dunia. lihat saja alqaeda, yang mati matian memusuhi amerika dan bikin keder negara adi daya tsb, merupakan reaksi atas ketidak berdayaan umat manusia menghadapi kesombongan amerika dan ulah "bengis" negara tsb. secara militer dan fisik ekonomi, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang bisa mengalahkan amerika, akibatnya negeri satu ini bebas berbuat apapun dimanapun dan kapanpun, tanpa perlu mengindahkan suara suara dari bangsa atau negara lain termasuk suara PBB sekali pun tidak berdaya menghadapi kemauan negara ini. akibatnya muncul reaksi dari sisi dunia lain yang berusaha mematahkan hegemoni Amerika. jangan heran kadang si "teroris" sebenarnya juga binaan Amerika sendiri, masih ingat kan bagaimana Osama dulu nya? Osama adalah Agen CIA saat perang Afghanistan melawan Soviet, Osama mengerti betul seluk beluk amerika, dan setelah tahu kebusukan amerika Osama berbalik memusuhi amerika maka stempel Teroris ini langsung melekat. begitu pula kejadiannya dengan Saddam, Saddam adalah boneka Amerika yang ditugaskan memerangi Iran, dan saat sadam tersadar dengan tipu daya amerika dan berbalik memusuhi Amerika dicap lah sadam sebagai teroris.

Lalu Ada Hamas dengan gerakan Intifadah, tidak lebih dari reaksi sebuah bangsa yang ditindas bangsa lain, dan tidak ada satupun "Dewa Penolong"

Tanpa adanya penindasan Israel atas Palestina, Hamas tidak akan Populer dan mendapat dukungan.

Lalu ada Abu mushab Alzarqawi, muncul sebagai reaksi atas penjajahan Amerika di Iraq,

Mujahidin di Aghanistan, muncul saat adanya penindasan Soviet di Afghanistan,

Militan Checnya, muncul karena pemerasan Soviet atas Checnya, minyaknya disedot, rakyatnya ditindas dan masih banyak contoh bahwa terorisme hanya merupakan reaksi dari Teroris yang lebih besar lagi yang berbentuk ketidak adilan dari negara tertentu atau pemerintahan tertentu terhadap kelompok lain atau bangsa lain.

Jadi menurut saya, tidak fair jika kita memberikan stempel teroris kepada Osama, Sadam maupun Hamas, dan kita lupa mereka hanya sederetan reaksi dari Teroris seperti Amerika, Israel, dan Soviet.

kita dengan mudah yakin bahwa Osama teroris itu tidak terlalu salah, tapi kita juga harus berani mengatakan bahwa Amerika dan Israel adalah akar teroris.

Saya tidak ingin membenarkan tindakan terror dan kekerasan, hanya alangkah baiknya bila kita bisa menyelesaikan masalah dari akarnya, bukan hanya tambal sulam, dar der dor, perang dan bunuh.

sama sekali tidak efektif, buang waktu dan biaya dengan hasil yang nihil.

semakin jelas akarnya, semakin baik penanganannya, dan kita tidak bersilat dalam gelap.

Antri BBM

Tuesday, July 5th, 2005

Ada banyak kejadian yang membuat saya kaget atau sekedar terheran heran. sudah satu minggu ini hampir di setiap SPBU di beberapa kota terjadi antrian panjang untuk mengisi BBM. lucu nya lagi justru kejadian in terjadi hanya beberapa hari setelah kita menandatangani perjanjian eksplorasi blok cepu yang menurut berita burung memilik cadangan antara 600 juta hingga 2 Milyar barell, walaupun entah benar atau hanya isu.

keheranan pertama adalah kenapa mekanisme yang sudah berjalan bertahun tahun kok bisa amburadul juga ya?

padahal kalau mau itung itungan bener pertamina seharusnya sudah bisa "dewasa" dalam sistem stock bahan bakar, masa sih sudah lebih dari lima puluh tahun bisnis minyak dan melayani bangsa tapi belum "hafal" tren demand pasar? rasanya tidak mungkin.

pura pura tidak tahu trend permintaan mungkin lebih tepat disebut begitu, atau tahu tapi tidak berkehendak merespon itu kemungkinan kedua, atau tahu, dan mau merespon tapi tidak berdaya karena faktor X itu juga mungkin (kenapa ya orang suka pake huruf X kenapa ngga faktor A atau faktor D hehhehe…. :)…. )

menurut isu yang tidak bisa dipercaya konon penyebab kelangkaan awalnya disebabkan oleh seretnya cashflow di pertamina, karena utang pemerintah dalam bentuk subsidi BBM tidak bisa segera cair, (AR overdue) kabar terakhir angkanya hampir 30 Trilyun, disamping itu utang utang institusi pemerintah dan BUMN juga sama Overdue juga. walaupun tiap sinstitusi utangnya "kecil-kecil" sekitar 6-30 milyar tetap kalau dijumlah lumayan juga.

Isu lain setelah beberapa hari yang lalu utangan pemerintah ini dibayar muncul isu baru, perselisihan angka total impor yang diperbolehkan sehubungan dengan asumsi total subsidi di APBN.

Sudah bukan rahasia lagi kalau kebutuhan BBM kita sekarang 30% nya adalah impor, dan tidak perlu heran, minyak mentah di kita yang kita sedot di darat maupun di laut, hampir sebagian besar dikirim ke luar sebagai minyak mentah, dan kita impor dari luar dalam bentuk BBM. kilang yang ada di balongan, cilacap maupun balikpapan tidak bisa mencukupi kebutuhan BBM di dalam negeri.

Yang lebih membuat kita heran adalah reaksi pemerintah menanggapi krisis energi ini. baik eksekutif maupun legislatif secara "rata-rata" hanya bersifat reaktif, bukan antisipatif, dan berpikir dengan logika jangka pendek dan kelihatanya seperti pekerjaan tanpa grand design atau strategi jangka panjang. walau beragam ide nya kurang lebih seragam, mengerem pertumbuhan. tidak terlalu buruk sih ide seperti itu, tapi kurang kreatif dan untuk jangka panjang tidak menguntungkan. ide ide pemerintah antara lain, pajak progresif untuk mobil kedua dst, pembatasan jalan dengan plat nomor ganjil genap, menaikkan tarif BBN dan pajak kendaraan, dan seterusnya dan himbauan untuk mengurangi aktivitas serta mengerem pertumbuhan industri otomotif. ya itu, intinya mengerem laju pertumbuhan ekonomi, padahal tanpa di rem pun laju pertumbuhan ekonomi kita sudah seperti keong. bayangkan dengan pendapatan rata rata hanya sekitar US $ 1.000,  dan laju pertumbuhan terbaik kita hanya sekitar 4,5-5% saja, berarti untuk meningkatkan pendapatan perkapita menjadi 2.000 dollar saja kita akan memrlukan waktu hampir 15-20 tahun. padahal setelah 20 tahun (th 2025) mungkin tetangga sebelah kita sudah berpendapatan diatas 10.000 dollar US, apa kita tidak akan tetap menjadi eksportir Pembantu? itu pun tanpa di rem artinya kita jor joran meningkatkan investasi dan konsumsi, bolak balik keluar negeri "merayu" investor, membuka pasar sebabas bebasnya dan menjual semua perusahaan kita kepada asing demi menyenangkan hati investor termasuk sibuk nguber nguber baasir, agar paman gober senang.

Apa jadinya kalau kita mengerem pertumbuhan tanpa ada strategi jangka panjang?

tindakan seperti ini bisa kita umpamakan seperti kalau dalam keluarga sedang ada krisis penurunan penghasilan, apakah benar bisa diatasi dengan tidur rame rame tanpa aktivitas? Ok lah jangka pendek operasional expense pasti turun ayah tidak perlu bensin ke kantor, ibu tidak perlu beli gas untuk memasak, tidak perlu bayar listrik ke PLN, tidak perlu beli pulsa atau bayar telp ke Telkom, kalau satu keluarga kita tidur terus kerjaanya pasti pengeluaran akan turun.

tapi pikirkanlah setelah 10 hari, setelah 30 hari, setelah satu tahun. tanpa rencana yang sistematis, pengurangan aktivitas malah akan kontra produktif, ayah akan dipecat di kantor, atau bisnisnya akan habis, anak akan tertinggal pelajaran karena tidak belajar dan kesekolah jalan kaki jadi sering telat, belajar jadi lemes karena kurang gizi, dst.

jadi alangkah tidak bijaksana bila kita melakukan penghematan tanpa rencana

jadi apa kita harus tetap boros?

tidak juga bukan begitu maksudnya. rencana jangka panjang dan sistematis lebih penting daripada hanya sekedar simbolis matiin AC diistana.  ngirit harus tapi harus ada rencana yang benar, jangan sampai mengurangi efektivitas dan pertumbuhan, efisiensi adalah keharusan tapi efektivitas dan produktivitas juga harus dijaga. kita tidak boleh mengorbankan efektifitas dan kegiatan kita terhambat, pertumbuhan menurun hanya karena pengen ngirit.

jadi jangan korbankan produktivitas, justru kalau bisa kita naikkan aktivitas kita agar dalam satu satuan waktu kita bisa menghasilkan produk lebih banyak, logika nya semakin banyak produk baik jasa ataupun barang yang dihasilkan dalam setiap satuan waktu akan menyebabkan turunnya opex indirect yang terkandung dalam suatu barang/jasa.

Bahasa Gaul

Saturday, July 2nd, 2005

berikut ini contoh bahasa gaul yang sering ditemui kadang ada artinya kadang ngga ada,

tolong jangan terlalu dipikirin, ngga bakalan dapet nobel, mending baca terus lupain, kecuali kalo pengen botak.

kata pertama yang paling gw inget adalah ember

mungkin artinya "emang" tapi ngga tahu juga arti persisnya bisa juga berarti "tempat air terbuat dari plastik". mungkin ilustrasi berikut bisa membuat arti kata ember tambah jelas, atau bagi anda yang jarang mandi makin tidak jelas.

pernah tuh temen kost istri saya lagi mandi tapi pake acara debat sambil teriak teriak sama temennya diluar, pas gitu dia bilang "ember" eh ada emak emak yang biasa bersihin tempat kost ngetuk pintu kamar mandi, "neng ini embernya"

"hah ember apaan?"

"katanya perlu ember tadi eneng teriak-teriak ember"

"eueueuh …… tolong ya" gudir siah

kata lain adalah Dari Hongkong

artinya ngga mungkin, tapi bisa juga dari hongkong beneran

dialog di angkot berikut ini bisa membantu anda memahami kata dari hongkong (maaf buat yang ngalamin langsung saya tidak minta ijin nulis ini hehehhe… :) )

"Neng mau kemana?" bapak bapak sok akrab dan "gumasep"

"ke Buah batu pa"  (ih udah tua juga centil juga nih si bapa, mending mun kasep)

"eneng turunan india yah" (abis wajah mirip keluarga punjabi sih, atau karena mirip mirip tukang kain )

saking kesel karena diliatin dan ditanya tanya melulu akhirnya keluar juga juteknya si eneng ini.

" India dari hongkong!" sambil membuang muka,

" ooooh jadi eneng teh blasteran yah"

heuheuheu….

kata lain yang sering gw denger adalah tulalit. ini asli gue juga kurang ngerti asal usulnya, mungkin kalau kita telpon terus ngga nyambung jaman dulu sering bunyi tulalit tulalit, padahal kalo sekarang kan mailbox-mailbox atau the number you are calling is engage please try again in few more minutes, kepanjangan kali ya kalo hrs ngomong ih kamu mah mailbox (padahal keren juga kan? coba anda ucapkan ini di depan cermin), atau ih kamu mah the number you are calling …. :)

ada juga bahasa gaul lokal, misalnya bell, njing, kirik kuh, atau kiris,

artinya pikirin sendiri dah, ah udah sore nih pokona mah peace siah njing bell nya…

Bahaya Mie Instant

Friday, July 1st, 2005
Informasi dari seorang dokter:
Keluarga kami berhenti mengkonsumsi mie instan sejak lebihdari 5 tahun
yang lalu setelah mengetahui tentang adanya BAHAN PLASTIK yg terdapat
dalam mie instantersebut.?

Berikut pengakuan Dr. Suyadi dari RSCM, Jakarta:
Awalnya, keluarga kami adalah keluarga penggemar mie, apalagi kebetulan
kami suami-istri bekerja. Karena sibuk maka mie instant menjadi pilihan
utama makanan kami sekeluarga. Namun sejak kami menemukanbahan PLASTIK
dalam mie instan tersebut, kami langsung berhenti mengkonsumsinya.

Penelitian laboratorium Fakultas Kedokteran Univ. Indonesia
membuktikan bahwa 100%, atau seluruh sampel mie instan yang beredar di
pasaran MENGANDUNG BAHAN PLASTIK yang tentunya sangat berbahaya bagi
pencernaan.

Dr. Hasan Budiman, kepala laboratorium Fakultas Kedokteran UI
menyatakan, bahwa dalam seluruh sampel yang diambilnya di pasar
swalayan, toko-toko, dan warung diwilayah DKI dan sekitarnya
ditemukan bahan plastik yang tidak mungkin bisa dicerna dalam sistem
pencernaan kita. Luas diketahui bahwa plastik adalah bahan yang tidak
mungkin terurai secara alamiah, dan merupakan bahan yang sangat berbahaya
untuk dikonsumsi.

Yang mengejutkan, bahan-bahan plastik tersebut tidakjauh berbeda dengan
bahan plastik PEMBUAT ALAT KEPERLUAN RUMAH TANGGA!!!

Karena sifatnya yang tidak bisa diurai,maka plastik yang telanjur
dikonsumsikan menetap dalam tubuh kita dan ciri-cirinya dapat
diketahui secara langsung.

Dalam beberapa kasus, wajah para penderita yang terlalu banyak mengkonsumsi Mie Instan yang mengandung plastik dilaporkan makin mirip dengan ember,walaupun juga ada yang mirip gayung bahkan sudah sering kita dengar seseorang menanggapi pertanyaan dari temannya dgn kata "emm berrr…?"

Jumlah plastik yang ditemukan dalam mie instan tersebut sangat beragam,
mulai dari 2 sampai5 plastik per kemasan. Namun umumnya,
plastik-plastik tersebut ditemukan dalam ukuran relatif kecil,
dilengkapi dengan tulisan di atasnya, misalnya : "Bumbu, Cabe, Minyak
Sayur dan Saus Sambal".

Ck… Ck…Ck..kirain serius ya?
Hehehe…Jangan marah, jangan pula monitornya dipukuli…