Ratu Sejagat
Tuesday, June 14th, 2005Lagi lagi wanita Indonesia bikin sensasi, yang membuat merebaknya kontroversi dan perdebatan, apalagi kalau bukan keikutsertaan warga indonesia dalam ajang Miss universe atau ratu sejagat. saya tidak ingin menghakimi siapa yang lebih benar dalam hal ini, baik yang pro maupun yang kontra pasti punya senjata ampuh untuk menangkis tulisan ini. saya juga tidak berkehendak untuk menambah panas pertentangan diantara pro "hak asasi perempuan" dan penentangnya. sekali lagi saya harus memberi tanda kutip terhadap hak asasi perempuan ini karena argumen hak asasi ini sangat kontroversi juga.
Saya hanya ingin menambah wacana dan bahan perenungan bagi kita semua, tentang hal hal yang selama ini kita bela habis habisan atu kita tentang habis habisan.
bagi yang pro acara miss universe alasan klise yang sering muncul adalah dengan miss universe akan meningkatkan perdamaian dunia, meningkatkan pariwisata, perlindungan lingkungan dan hak hak sosial terutama bagi kalangan miskin dan perempuan. sampai disini kedengarannya sangat indah, walaupun belum pernah ada penelitian yang berhasil membuat korelasi positif antara kegiatan ini dan efeknya bagi perang iraq misalnya, atau jasa seorang miss universe atau mantan peserta bagi perlindungan hutan di kalimantan misalnya? atau kalau di bidang pariwisata apakah benar ada efek langsung dari keikutsertaan indonesia dalam miss universe akan meningkatkan pariwisata? logika keterkaitannya dimana?
boleh kita tanya, sekarang mantan mantan peserta miss universe sudah atau sedang melakukan apa saja? termasuk mantan peserta miss universe indonesia, dari pengalaman biasanya kerjaan setelah ajang ini ya sibuk jadi model, pemain sinetron, penyanyi, pemandu acara, ya paling banter duta unicef lah untuk seremony seremony atau bintang iklan layanan masyarakat. itu juga kalau masih punya waktu.
kalau begitu tidak ada bedanya dong peserta miss universe dibandingkan peserta abnon atau lomba sampul majalah, atau lomba yang lagi marak di televisi seperti indonesian idol, kdi, AFI, atau bahkan peserta uji nyali. jawabannya memang tidak ada bedanya, karena sebenarnya ya tidak beda, jadi boleh dibilang biasa aja lah.
Efek bagi kemajuan pariwisata juga sangat tidak valid. coba apa hubungannya misalnya Artika sari Devi kalaupun menang dengan pariwisata di Bali atau Bandung? kita sering terlalu menyederhanakan maslah bisnis dengan mengaitkan hal hal yang mistik atau ghoib dengan dunia nyata. Pariwisata adalah bisnis, sedangkan perlombaan miss universe adalah bisnis lain yang tidak berkaitan sama sekali. tentu bagi sebagian orang akan mengatakan kan dengan menang miss universe Indonesia akan terkenal ke mancanegara dan bakalan banyak orang datang ke Indonesia. ini logika anak SMA, yang tidak pernah belajar balance score card, tidak pernah belajar pareto, tidak pernah belajar marketing. apa hubungannya terkenal dengan laku? apakah benar mobil amerika tidak terkenal hebat dan kuat? lalu kenapa yang laku mobil jepang (setidaknya di Indonesia begitu) apakah benar Indonesia sedemikian rupa tidak dikenal di luar negeri?
sekali lagi tidak ada kaitannya sama sekali, yang diperlukan untuk meningkatkan industri pariwisata ya kita harus membenahi sumber daya manusia di bidang pariwisata (employee perspective), kita harus membenahi infrastruktur dan sistem dokumen bagi wisatawan (busines process), kita harus meningkatkan kepuasan wisatawan dan menjaga keamanan serta kenyamanan agar wisatawan puas (customer satisfaction-customer perspective). dan yang lebih penting kita juga harus menjaga keseimbangan pemain dan demand dan iklim bisnis dalam bidang wisata agar semua pengusaha mendapatkan return yang memadai (ROI menarik) bagi setiap investasi di bidang pariwisata ini.
jadi ikut tidak ikut dalam acara miss universe mean nothing, karena pariwisata is a business, and miss universe contest is the other business.
Logika lain yang mengatakan miss universe adalah hak untuk meningkatkan kesetaraan jender juga agak bias. karena benarkah dengan mengadakan lomba mengukur kemolekan tubuh dan menjawab pertanyaan klise satu dua pertanyaan akan meningkatkan martabat wanita? saya sangat bangga bila wanita setara dengan pria, tapi menurut pemikiran saya bukan dengan diukur fisiknya, contoh, wanita wanita yang bisa mengimplementasi persamaan hak secara tepat misalnya adalah Rini suwandi, Eva riyanti, miranda gultom, dan masih banyak lagi. saya yakin kalau rini suwandi ikut miss universe pasti kalah. jadi persamaan jender juga alasan mengada ada saja. yang jauh lebih penting otak, otak dan otak. percuma ikutan berbagai lomba hingga miss universe juga kalau wanita indonesia hanya bisa sekolah sampai SMA atau bahkan hanya SD dan SMP, tidak akan berpengaruh signifikan bagi peningkatan harkat wanita.
Bagi penentang acara miss universe ini juga saya sarankan tidak perlu terlalu ngotot, karena kalaupun ditentang dengan sangat gigih, pasti pasukan pembela nya banyak sekali karena kontes ini adalah sebuah bisnis besar, tentu melawannya harus juga dengan logika bisnis. anggap saja hal seperti ini sebuah social disorder, kita cukup prihatin tapi tidak bisa dilawan dengan cara kekerasan. karena ajang ajang hedonis seperti ini adalah bisnis kita harus melawannya dengan bisnis juga, kita harus bisa tunjukkan bidang bidang lain bagi permpuan yang memberi nilai lebih dalam mangangkat derajat permpuan, misalnya mengikutsertakan permpuan indonesia dalam olimpiade biologi, matematik, fisika, atau science lainnya, dan berikan penghargaan yang melebihi dengan penghargaan miss universe. memang ini akan sulit tapi dengan pemberian pengertian kepada generasi muda kita secara benar dan terus menerus akan menyadarkan dan menyelamatkan generasi kita dari budaya hedon, gemerlap, indah sesaat dan sesat.