Bisnis Tipeng menipeng dan efek domino bagi kehancuran bangsa

Akhir akhir ini muncul berbagai bisnis dengan berbagai atribut yang kadang membuat kagum orang awam. istilahnya saja sudah bermacam macam, mulai MLM, network business, pyramid system, viral marketing, internet marketing dan masih banyak lagi.  tapi kalu kita mau sebentar saja merenung, sekali lagi sebentar saja tidak perlu belama lama, kita runut logika bisnis mereka. orang yang punya logika normal akan urut dada. ya ampun kok tega tega nya ada orang yang makan tulang kawan sendiri?

contoh ada penawaran semacam ini

dengan Rp 3.500.000,- anda bisa mendapatkan mobil  dan pengahasilan jutaan setiap bulan. saat pertama membaca tentu siapa yang tidak tertarik?

toh cukup menyetor sekali sebesar 3,5 juta sudah bisa bawa pulang mobil, bisa dapat penghasilan tambahan lagi tiap bulan. sampai disini logika nya benar kita untung, tapi kita harus berani memandang masalah dari sebuah kacamata yang lebih besar, darimana sisa uang untuk membayar harga mobil sebenarnya? kita kan tahu harga mobil paling murah saat ini sekitar 70 jt an.

ok penjelasannya adalah sebagai berikut. uang 3.5 jt adalah uang keanggotaan kita plus kit starter buku dll, lantas untuk mendapatkan "incentive" kita harus merekrut orang lain yang mau "goblok" menyerahkan uang 3.5 juta juga buat keanggotaan dan orang ini juga harus mendapat down line dst dst hingga tak berhingga.

ternyata jumlah uang yang akan diberikan kepada kita dari downline (peserta "goblok" berikutnya dibawah kita) akan dipotong oleh "bandar" sebagai uang pembelian buku, starter kit, membership dan lain sebagainya. hingga biasanya kita hanya mendapatkan sekitar 1,5 jt saja. agar mendapatkan lebih dari 3.5 jt tentu saja harus lebih dari 2 orang "goblok" downline.

disinilah logika bisnis keplintir gaya orang yang mengaku pinter, orang kota pengguna internet. dimana nilai tambah aktivitas berantai orang orang bodoh seperti ini?

sekali lagi downline alias orang "goblok" berikutnya diperlukan untuk menutup kesialan orang "goblok" diatasnya (upline) hingga kerugian bisa BEP atau uang yang dikeluarkan bisa tertutup dengan "incentive" bohongan tsb, syukur syukur bisa mendapat kelebihan. kalau dirunut sebenarnya yang akan untung ya "bandar" karena dapat atau tidak downline bagi "bandar" ini akan mendapatkan revenue, nothing to loose, lu mau cari downline mau dapet atau kagak, bodo amat, gua udah dapet duit dari elo kok.  sialnya didunia ini apalagi Indonesia yang terkenal dengan kecintaan akan harta, jumlah orang "goblok" cukup melimpah dan bisa dengan mudah diiming imingi berbagai "umpan".

lalau apa efeknya bagi bangsa kita. mungkin ada yang mengatakan biarin aja orang lain yang "goblok" kok kita ikut prihatin sih. kalau dihitung hitung efeknya akan besar bagi sebuah bangsa yang populasi orang "goblok"nya banyak seperti bangsa kita, coba kalau ada 10% saja penduduk indonesia yang tergoda dengan bisnis ini, maka uang yangmengalir ke bandar sekitar Rp 2 jt x 22 jt orang atau sekitar 44 Trilyun, dana sebesar ini bisa membuat pendidikan gratis dari SD sampai SMA satu propinsi, bayangkan. masih untung kalau bandarnya tinggal di indonesia dan duitnya hanya dipake minum, madat atau melacur di puncak. gimana kalau bandarnya tinggal di LA? amblas dah devisa kita setiap tahun bobol hanya karena kebodohan. ini baru satu akibat. belum efek domino lainnya, contohnya untuk melindungi "bisnis" kotor biasanya pasti perlu "beking" bisa beking orang "pinter", dukun, aparat atau warlord. ini jelas akan memancing kehidupan sosial tidak sehat, karena bila kelompok "pebisnis" ini tersinggung atau merasa terhalangi usahanya dengan adanya sebagian orang melek yang mengerti logika, akan dengan segera mengerahkan beking dengan bergbagai cara, mulai dari menyumpahi di internet, nyantet, membahas di talkshow dengan memojokan si "penyadar" atau menyewa tukang pukul. tentu semua bisa dilakukan dengan membeli tenaga beking ini, apa sih yang tidak bisa dibayar dengan uang di indonesia?

tahun 1800 an di california "ditemukan" tambang emas, ribuan pemuda berbondong bondong ke bagian barat amerika sehingga ada pepatah "go West young men!" tapi apa lantas muncul jasa pengeboran, jasa pembuat peta, jasa pembuat celana dari kanvas yang terkenal hingga saat ini. ternyata sebagian emas itu bohong, tapi ada juga yang mendapatkan hanya tidak sebesar yang disangka. ini contoh bisnis yang real dan memang ada yang bisa "diburu" lantas apa yang bisa diburu di internet marketing? ini sama dengan seseorang meniupkan kabar ada air di gurun sahara kepada orang lain dan mengharuskan orang lain membawa pendaftaran berupa air satu galon agar boleh pergi ke sahara, dan mengharuskan orang lain mencari "korban" (downline) untuk pergi ke sahara dengan isu yang sama. akhirnya benar semua orang pergi ke sahara dengan harus menyetor air ke "bandar".

mudah mudahan tulisan ini bisa dimengerti oleh "orang orang pintar dan modern" yang mengaku mengerti bisnis dan marketing.   

Leave a Reply