Archive for March, 2005

Sustainable Development

Thursday, March 31st, 2005

Pembangunan………..

yang petama terlintas dipikiran saya pasti pembangunan fisik seperti rumah, jalan, perkantoran, pusat perbelanjaan, bandara, pelabuhan dst.

lalu adegan berikutnya pasti saat pembangunan ada banyak alat berat, tukang tukang, debu, penebangan pohon, pengerasan permukaan tanah, asap, bising panas. lalu scene berikutnya tumbuh berbagai sarana fisik, orang setiap hari makin banyak dan akhirnya crowded, kumuh, nyampah dan pengen pulang kampung …. :) ah sesaknya jakarta, bandung juga tambah sesak, terus cirebon, terus kota kota kecil lainnya, ceritanya akan sama, kalau sudah dibangun kota jadi panas, berdebu crowded, macet, banyak penjahat, tukang palak, polisi cepek, dan seterusnya akibatnya kualitas hidup kita bertambah turun.

Hal ini terjadi karena konsep pembangunan kita bukan pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan. pokok nya bangun terus, masalah daya dukung lingkungan dan kelanjutan kelestarian lingkungan buat apa dipedulikan? toh tidak ada insentif bagi pelaku usaha atau masyarakat yang membangun atau beraktivitas dengan menjaga keseimbangan lingkungan, dan tidak ada juga hukuman dan aturan yang jelas bagi dampak buruk sebuah pembangunan, contoh real kasus ciumbuleuit, dago pakar dan puncak. semua pihak berlomba lomba menghancurkan rumahnya sendiri.

terlalu mahal, adalah alasan klise yang sering dikemukakan pengusaha maupun pengembang kalau diminta melakukan kegiatan ramah lingkungan dan berkelanjutan, padahal kalau mau dihitung cost and benefitnya, akan sangat mahal biaya yang kita keluarkan secara bersama sama untuk hidup dalam lingkungan yang rusak, contoh real setiap tahun jakarta pasti kebanjiran, anggaplah 10% saja warga jakarta yang terkena imbas baik langsung maupun tak langsung seperti rumah terendam, terjebak kemacetan akibat banjir, harta benda hilang, mobil mogok dll. kalau setiap orang mengalami kerugian rata rata 10 ribu saja setiap kali banjir kalikan angka itu dengan total penduduk jakarta kali 10% akan keluar angka 17 M setiap kali banjir, dalam setahun  ada berapa kali banjir? bisa 10 kali lebih sudah berapa kerugian? 170 M setiap tahun.

lalu benefit yang didapat apa sih? ya tentu saja pleasure, bagi sebagian orang jakarta yang bisa memiliki Vila di puncak. dan itu juga tetap harus dibayar dengan biaya transport, dan waktu berjam jam macet di gerbang tol ciawi.

lalu kenapa tidak dibangun saja villa villa di jakarta sendiri dengan menciptakan taman taman kota, lapangan lapangan terbuka untuk wisata keluarga, kenapa kalau mau liburan mesti jauh? kan lebih mahal, jawabannya karena jakarta sudah terlalu terpolusi, tidak segar lagi, tidka ada taman taman terbuka yang bisa digunakan untuk wisata (terakhir monas malah ditutup). ya kalau mau enak harus ke puncak, bogor, cianjur. padahal daerah ini adalah daerah resapan air dan tidak boleh terlalu dieksploitasi. ya kita rugi sudah dua kali, wisata lebih mahal dan ancaman bencana bagi kita di jakarta semakin besar.

contoh lain pembangunan kita tidak berwawasan lingkungan adalah sistem pemukiman dan transportasi. yang pernah kerja di jakarta dengan gaji pas pasan pasti tahu gimana susahnya pergi dan pulang kerja, berdesak desakan di bis yang pengap, berkeringat, dan tidak laik jalan. kerja di sunter tinggal di bekasi karena rumah yan gmurah a pasti kalau tidak di tambut ya di gunung putri, cilebut, atau pinggiran kota lainnya. kalau terpaksa tinggal di jakarta kota juga, tetap sama, waktu tempuh ke tempat kerja tidak bisa kurang dari 40 menit karena kemacetan yang menggila disetiap sudut kota jakarta.

kenapa kita tidak berusaha membangun cluster cluster yang terdiri dari tempat bisnis dan pemukiman secara terpadu? sebenarnya beberap pengembang mulai mencoba tapi tidak begitu berhasil, seperti BSD, Lippo karawaci dll. warganya masih saja bekerja di jakarta dan bolak balik setiap hari, sebaliknya pekerja di kota kota mandiri tersebut berasal dari daerah lain lagi. akibatnya bisa terjadi pemborosan waktu, tenaga, bahan bakar dan space buat alat transportasi secara excessive. pekerja di bekasi tinggal di tangerang, dan pekerja di daanmogot tinggal di bekasi. konsepa alat transportasi yang dikembangkan juga tidak ramah lingkungan, mobil pribadi, ojek, angkot, metromini, buskota busway, bajaj, taxi. tidak mencerminkan mass rapid transport yang teratur dan pasti. ini berpotensi menimbulkan pemborosan dan polusi berlebihan di jalan.

contoh lain yang tidak ramah lingkungan adalah pengembangan energi. hingga saat ini belum ada arah yang jelas enaergi macam apa yang akan didorong dikembangkan. PLTD, PLTU dan pembangkit listrik lainnya jelas tidak ramah lingkungan dan terancam meningkat terus harganya seiring dengan berkurangnya cadangan hidrokarbon.

banyak contoh yang lainnya yang tidak bisa diuraikan hanya dalam tulisan pendek ini. tulisan ini hanya menggugah kita semua agar mulai memikirkan bahwa sebenarnya alam harus kita gunakan dengan bijaksana dan tepat. karena kita bukan satu satunya generasi yang berhak menghabiskan seluruh cadangan kekayaan alam ini, boleh pake secukupnya, janganlupa sisain buat anak cucu kita dan jangan tinggalkan sampah dan limbah bekas aktivitas kita yang dapat membuat anak cucu kit amenggerutu kesal, dasar angakatan babe kita ngga pernah ngerti sustainable development sih.

Perang perang perang…. demokrasi dan HAM (burger)

Wednesday, March 30th, 2005

Perang

kata yang paling banyak didengar dan disebut orang akhir akhir ini, baik di dalam maupun di luar negeri. sebut saja ambalat, begitu semangat semua orang menyebut perang, belum lagi perang irak yang tidak beres beres alias tidak puguh juntrungannya, suriah, lebanon terancam perang dan diperangi jagoan dunia kelas kambing alias amerika, ditambah perang di afghan, pakistan india, korut korsel yang sampai saat ini masih dalam keadaan perang. de el el lah banyak pokoknya.

menurut pendapat saya perang adalah sebuah peristiwa keputus asaan tingkat tinggi disaat kita tidak bisa menyelesaikan masalah. kadang kita ini lucu, makin maju suatu negara, makin cerdas dan pintar orang orangnya, makin kuat angkatan bersenjata nya. dimana lucu nya? ya itu kalau angkatan bersenjata kuat, kita kan cenderung arogan dan menganggap enteng bangsa dan negara lain (contoh amerika, israel, australia =negara poros kejahatan). akibatnya bangsa seperti ini sudah malas mikir kalau ada problem dengan negara lain. ya langsung sikat pake cara barbar alias perang. padahal kemampuan bangsa yang modern dalam berdiplomasi "seharusnya" lebih baik dari bangsa terpencil di afrika, tapi kenyataanya tidak bisa seperti itu. mungkin ini termasuk global paradox nya John Naisbit, makin maju peradaban, akibat orangnya terpelajar, makin bodoh dan barbar bangsa tsb. demokrasi juga sama saja, makin demokrat suatu negara makin otoriter pemerintahannya, contoh yang baik buat kasus ini juga masih didominasi amerika. sekarang mana ada negara yang se edan amerika ini, ndableknya ngga ketulungan, biar seluruh dunia menentang tindakan bangsa terkutuk yang satu ini, tetap saja si beliau bisa melenggang kangkung melakukan apa saja dimana saja yang dia mau. hak hak warga dan bangsa lain saja juga terancam dengan demokrasi, karena bangsa yang tidak seide (irak, korut, iran, suriah, cuba, libya-terakhir berbalik arah) akan dipaksa baik dengan halus maupun kekerasan untuk segera "menerapkan demokrasi" pertanyaan sederhana adalah apakah memaksakan bangsa lain untuk menerapkandemokrasi masih termasuk demokrasi? atau malah sebaliknya tidak demokratis. inilah paradox nya.

HAM juga sama, semakin tinggi menjunjung HAM semakin besar peluang memaksakan negara lain menjunjung tinggi HAM hingga kalau ada yang sedikit "berani beda" akan dicap terorist, teleponnya disadap, asetnya dibekukan, dipenjara di guantanamo atau abu ghraib dengan tanpa diproses, ditelanjangi, dicambuk disengat listrik. jadi untuk "menegakkan ham" bangsa tertentu melakukan pelanggaran HAM secara besar besaran. dan contoh yang baik lagi adalah amerika. betapa negeri yang satu ini mengaku paling demokratis, tapi saat duduk di PBB amerika adalah negara paling tidak demokratis dan suka memaksakan kehendak kepada bangsa dan negara lain. amerika mengaku paling menjunjung tinggi ham dan mencela cina dalam berbagai kesempatan, tatapi lupa bahwa amerika memenjarakan orang bertahun tahun di guantanamo tanpa pengadilan, tanpa pengacara dan penuh penyiksaan, ditambah skandal di abu ghraib. lengkaplah sudah belang dari demokrasi dan HAM. jadi sebenarnya demokrasi belum tentu benar, dan HAM arti yang paling benar adalah Hak kuma Aing Meureun nya?.

jadi mau pilih mana perang atau diplomasi dalam menyelesaikan masalah?

Test

Friday, March 25th, 2005

Test aja ah

ini hari pertama aku bisa tulis di blog, sebelumnya pernah coba coba tetapi selalu gagal, maklumlah gaptek

ada 3 hal baru saat aku bisa konek internet lagi setelah "puasa" internet lebih dari 3 bulan di awal tahun 2004. hal pertama adalah gmail, lalu friendster dan terakhir ya blog inilah.

sejak kenal internet banyak tren dan mode i-net yang muncul setiap tahun, tidak semuanya aku bisa coba atau ikutin, maklumlah koneski i-net tidak semurah yang kita harapkan. jaman tahun 90 han paling populer tentu saja talk, sama write, email juga masih pake unix based lah, tampilannya kayak di dos, lumayanlah punya account walau cuma di lab bisa berbangga waktu itu, terus mulai free email, dari yahoo, mailcity, dll. tidak seperti zaman sekarang yang serba besar, dulu punya mailbox ukuran 4 MB saja sudah senang. bahkan kebanyakan hanya menawarkan 1 sd 2 MB, jadi jangan heran kalau tidak rajin mendelet mailbox bisa cepet penuh deh.

setelah mode mailbox, terus muncul web gratisan, seperti dari tripod, geocities, skyscraper, sampai provider lokal, aku jug ga ketinggalan ikutan tren bikin web gratisan, tentu saja cari yang gratis, karena posisi dompet masih kembang kempis.

lalau aku sibuk kerja, dan kadang kadang koneksi ke internet harus berbagi dengan porsi kerjaan, bahkan tidak jarang aku ngga punya koneksi ke internet karena tidak selamanya koneksi bebas buat semua orang.

nah pas tempat aku kerja live SAP nya, dan terhubung, ke internet aku kembali dapat account email atas nama pers, dan bisa ngewe\b lagi, saat itulah muncul trend, gmail, friendster dan weblog.

hingga hari ini aku sudahberhasil mendapat account di friendster, punya gmail, tapi sering mogok jadi males make nya, cuma weblog susahnya setengah mati, terutama karena koneksi dengan kecepatan pas pasan, ya udah sering keputus di tengah jalan. baru inilah aku suksess nulis sepanjang ini.