Kemaren bom meledak di London, orang ramai ramai mengecam, mengutuk , menyesalkan peledakan ini, dan masih banyak reaksi lain yang kurang lebih "senada".
hanya sayangnya kita tidak pernah bertanya apa sebenarnya akar masalahnya?
benarkah dengan kita mengutuk, atau pembasmian teroris dengan perang besar ala amerika bisa menyelesaikan masalah?
Tanpa peduli apa akar masalahnya?
apakah dengan mengamuk dan membakar rumah waktu menemukan tikus di rumah akan menyebabkan masalah tikus selesai?
ada kecenderungan penyelesaian masalah terorisme ini seperti bersilat dalam gelap, tidak jelas sistematika nya dan tidak jelas progresnya.
Amerika dan sekutu nya sudah bertahun tahun manghabiskan dana milyaran dollar dalam usaha "memerangi teror" tapi apa hasilnya? apakah dunia sekarang (setidaknya buat amerika dan sekutunya) lebih aman? jawabannya tidak sama sekali. hasil jajak pendapat terakhir (oktober 2004 dan mei 2005) menunjukkan bahwa sekarang dunia lebih tidak aman. bahkan kondisi di irak dan afganistan lebih parah. dulu sebelum ada "perang melawan teror" irak dan afganistan baik baik saja. anda bisa pergi kemana saja di iraq dan anda bisa membeli bensin dengan harga lebih murah dari ongkos parkir di jakarta.
ada kekeliruan mendasar yang digunakan kebanyakan penguasa termasuk di indonesia. hobi menggunakan logika jangka pendek dan logika kekuasaan sering terlalau menyederhanakan masalah adalah hobi umum politikus dan pejabat, dimanapun. karena tahu sendiri lah modal penguasa biasanya cuman modal ndablek sama pd doang. isi di kepala nya tidak lebih dari kumpulan bahan cuap cuap aja.
Sebenarnya kalau mau dirunut teroris dapat kita bedakan menjadi teroris kelas teri dan kelas kakap. dan istilah teroris juga relatif, bisa dari satu sudut disebut teroris dan dari sudut lain Pahlawan, atau dari satu sisi bajingan tengik tapi dari sisi lain disebut presiden, suka suka kita lah mau pilih sebutan mana.
yang termasuk teroris kelas teri misalnya orang iseng, orang gila, maniac, kelompok kelompok "pejuang kemerdekaan" yang disebut teroris oleh penjajahnya (termasuk diponegoro, cut nyak dhien, Imam bonjol dll dulu juga disebut teroris oleh belanda-tapi disebut pahlawan oleh bangsa Indonesia)
Teroris kelas kakap misalnya presiden negara barbar dan kuat, negara penjajah, atau tentara "bengal" dan suka iseng yang bisa menimbulkan peperangan, huru hara, kudeta, dsb.
perang dan terorisme negara lebih berbahaya daripada terorisme kelas teri
seperti alqaeda.
sehebat hebatnya alqaeda paling bisa membunuh orang kafir sekali tepuk tidak
lebih dari sepuluh dua puluh, paling banter lima ribu orang.
tapi teroris sekelas jos bus, sekali tepuk 180 ribu rakyat irak modar, sepuluh ribu rakyat afghan mampus, jutaan rakyat korut menderita, dst.
Jangan lupakan juga penderitaan rakyat kuba dan iran yang diblokade bertahun tahun, juga Hiroshima dan Nagasaki, korban teroris terbesar di abad ini yang belum tertandingi hingga saat ini.
harusnya agama (baik mesjid atau gereja atau lainnya) juga melakukan pendekatan kepada politikus maniac seperti jos bus dan kawan kawan, karena terorisme kelas teri tidak akan hilang selagi terorisme kelas kakap tidak dihilangkan terlebih dahulu.
nguber nguber alkaeda dan membiarkan jos bus sama saja dengan menangkapi
bandar togel tingakt RT tapi bandar judi kelas Las vegas dibina dan
dilindungi.
Terorisme kelas teri biasanya muncul atas reaksi karena adanya teroris kelas kakap, yang tidak bisa dihentikan oleh siapapun, termasuk oleh badan badan dunia. lihat saja alqaeda, yang mati matian memusuhi amerika dan bikin keder negara adi daya tsb, merupakan reaksi atas ketidak berdayaan umat manusia menghadapi kesombongan amerika dan ulah "bengis" negara tsb. secara militer dan fisik ekonomi, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang bisa mengalahkan amerika, akibatnya negeri satu ini bebas berbuat apapun dimanapun dan kapanpun, tanpa perlu mengindahkan suara suara dari bangsa atau negara lain termasuk suara PBB sekali pun tidak berdaya menghadapi kemauan negara ini. akibatnya muncul reaksi dari sisi dunia lain yang berusaha mematahkan hegemoni Amerika. jangan heran kadang si "teroris" sebenarnya juga binaan Amerika sendiri, masih ingat kan bagaimana Osama dulu nya? Osama adalah Agen CIA saat perang Afghanistan melawan Soviet, Osama mengerti betul seluk beluk amerika, dan setelah tahu kebusukan amerika Osama berbalik memusuhi amerika maka stempel Teroris ini langsung melekat. begitu pula kejadiannya dengan Saddam, Saddam adalah boneka Amerika yang ditugaskan memerangi Iran, dan saat sadam tersadar dengan tipu daya amerika dan berbalik memusuhi Amerika dicap lah sadam sebagai teroris.
Lalu Ada Hamas dengan gerakan Intifadah, tidak lebih dari reaksi sebuah bangsa yang ditindas bangsa lain, dan tidak ada satupun "Dewa Penolong"
Tanpa adanya penindasan Israel atas Palestina, Hamas tidak akan Populer dan mendapat dukungan.
Lalu ada Abu mushab Alzarqawi, muncul sebagai reaksi atas penjajahan Amerika di Iraq,
Mujahidin di Aghanistan, muncul saat adanya penindasan Soviet di Afghanistan,
Militan Checnya, muncul karena pemerasan Soviet atas Checnya, minyaknya disedot, rakyatnya ditindas dan masih banyak contoh bahwa terorisme hanya merupakan reaksi dari Teroris yang lebih besar lagi yang berbentuk ketidak adilan dari negara tertentu atau pemerintahan tertentu terhadap kelompok lain atau bangsa lain.
Jadi menurut saya, tidak fair jika kita memberikan stempel teroris kepada Osama, Sadam maupun Hamas, dan kita lupa mereka hanya sederetan reaksi dari Teroris seperti Amerika, Israel, dan Soviet.
kita dengan mudah yakin bahwa Osama teroris itu tidak terlalu salah, tapi kita juga harus berani mengatakan bahwa Amerika dan Israel adalah akar teroris.
Saya tidak ingin membenarkan tindakan terror dan kekerasan, hanya alangkah baiknya bila kita bisa menyelesaikan masalah dari akarnya, bukan hanya tambal sulam, dar der dor, perang dan bunuh.
sama sekali tidak efektif, buang waktu dan biaya dengan hasil yang nihil.
semakin jelas akarnya, semakin baik penanganannya, dan kita tidak bersilat dalam gelap.